
Setelah pengakuan kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949, Pemerintah Hindia Belanda menyerahkan semua instansi baik sipil maupun militer dengan segala inventarisnya kepada Pemerintah Republik Indonesia. Berkaitan dengan itu, pada tanggal 11 Mei 1950, Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (RIS) Kolonel TB Simatupang memerintahkan Letkol RP. Suwardi Cokroatmojo untuk menerima secara resmi “ Centraal Militair Bibliotheek dari Krijgs geschied kundige Dienst van de Generale Staf KNIL” dari Overste KNIL Steffers. Aset ini antara lain berupa sebuah gedung yang berisi kumpulan buku-buku serta inventarisnya yang kemudian merupakan cikal bakal perpustakaan militer dan merupakan modal pertama Pusat Perpustakaan Angkatan Darat
Sesuai Surat Penetapan Kasad Nomor : 180/KSAD/Pnt/1950 tanggal 13 September 1950 diresmikan berdirinya Perpustakaan Militer dengan nama Pusat Perpustakaan Angkatan Darat (PPAD) dipimpin oleh Kapten A. Kartawirana (Kepala PPAD I) berkedudukan di jalan Kalimantan nomor 6 Bandung. Kemudian pada tanggal 15 April 1953 PPAD ditetapkan menjadi Dinas Sejarah Perang Angkatan Darat (DSPAD) dan perpustakaan menjadi salah satu biro dalam DSPAD dengan nama Perpustakaan Pusat.
Pada Reorganisasi TNI AD tahun 1985, berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/975/IX/1985 tanggal 17 September 1985, Dinas Sejarah TNI AD dilikuidasi dan digabung dengan Disbintalad. Dalam reorganisasi tersebut perpustakaan menjadi bagian dari Sub Dinas Pembinaan Dokjarah Mustak Disbintalad, kemudian menjadi Sub Dinas Pembinaan Penulisan Sejarah (Subdisbin Lisjarah) berdasarkan Keputusan Kasad Nomor Kep/6/II/2003 tanggal 27 Pebruari 2003 dimana perpustakaan merupakan salah satu bagian dengan nama Bagian Perpustakaan.
Selanjutnya pada tahun 2008, sesuai dengan Peraturan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor Perkasad/31/V/ 2008 tanggal 28 Mei 2008 tentang Pembentukan Dinas Sejarah Angkatan Darat, Perpustakaan merupakan eselon Pelaksana Disjarahad dengan nama Perpustakaan Pusat Angkatan Darat ( Takapus AD ).
Sesuai Surat Penetapan Kasad Nomor : 180/KSAD/Pnt/1950 tanggal 13 September 1950 diresmikan berdirinya Perpustakaan Militer dengan nama Pusat Perpustakaan Angkatan Darat (PPAD) dipimpin oleh Kapten A. Kartawirana (Kepala PPAD I) berkedudukan di jalan Kalimantan nomor 6 Bandung. Kemudian pada tanggal 15 April 1953 PPAD ditetapkan menjadi Dinas Sejarah Perang Angkatan Darat (DSPAD) dan perpustakaan menjadi salah satu biro dalam DSPAD dengan nama Perpustakaan Pusat.
Pada Reorganisasi TNI AD tahun 1985, berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/975/IX/1985 tanggal 17 September 1985, Dinas Sejarah TNI AD dilikuidasi dan digabung dengan Disbintalad. Dalam reorganisasi tersebut perpustakaan menjadi bagian dari Sub Dinas Pembinaan Dokjarah Mustak Disbintalad, kemudian menjadi Sub Dinas Pembinaan Penulisan Sejarah (Subdisbin Lisjarah) berdasarkan Keputusan Kasad Nomor Kep/6/II/2003 tanggal 27 Pebruari 2003 dimana perpustakaan merupakan salah satu bagian dengan nama Bagian Perpustakaan.
a. Memberikan layanan informasi kepada para pembaca.
b. Meningkatkan kegemaran membaca.
c. Memperluas wawasan dan pengetahuan para pemakai perpustakaan.
d. Menyimpan dan melestarikan khasanah budaya bangsa dalam bentuk media cetak.
3. Fungsi.
Perpustakaan Pusat Angkatan Darat berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk menambah wawasan pengetahuan para pembaca.



