BELAJAR DARI PERSPEKTIF SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA UNTUK MENUMBUHKAN SEMANGAT KEPRAJURITAN TNI
MASA KINI DAN MASA DEPAN
0leh : Kolonel Caj Drs. Sutanto Kasubdisbindoklistaka, Disjarahad
A. Pengantar
Berbicara seputar pentingnya sejarah bagi kehidupan manusia atau suatu bangsa, para tokoh-tokoh bahkan para pemimpin bangsa telah banyak berpesan kepada generasi penerus bangsa untuk tidak melupakan dan meninggalkan sejarah. Tidak usah jauh-jauh, pesan ini datang dari Bung Karno Presiden RI pertama dan dari Jenderal kehormatan Djatikusumo Kasad Pertama. Cukuplah kedua tokoh ini mewakili pesan dari sekian banyak tokoh dan para ahli yang menekankan betapa pentingnya sejarah bagi suatu bangsa.
Bung Karno dalam pidatonya pada tanggal 17 Agustus 1966 mengatakan “Never Leave History!” yang mengandung arti jangan sekali kali meninggalkan Sejarah, karena bila kita meninggalkan sejarah kita akan berdiri di tempat Vacum atau kosong, tidak tahu harus berbuat apa kemudian
menjadi bengong seperti kera terjepit di dalam kegelapan. Sedangkan Jenderal kehormatan Djatikusumo berpesan ”Jangan memimpin/menjadi pemimpin kalau tidak tahu sejarah”. Dari kedua pendapat tokoh tersebut, telah memberikan gambaran betapa besarnya peranan sejarah bagi kehidupan suatu bangsa. Masih banyak pendapat para ahli tentang pentingnya sejarah seperti : Sejarah adalah guru yang baik, tak seorangpun manusia yang dapat lepas dari sejarah, dari sejarah kita dapat menjadi arif dan bijaksana.
Perspektif Sejarah mengandung pengertian cara pandang atau tinjauan sejarah yang mengandung unsur tiga dimensi yaitu dimensi masa lalu, dimensi masa kini dan dimensi masa depan. Masa depan bertumpu pada masa sekarang, masa sekarang berakar pada masa lampau. Dengan demikian perspektif Sejarah merupakan rangkaian yang utuh dari perjalanan demensi tersebut.
Dari perspektif sejarah tersebut menampilkan simpul-simpul peristiwa sejarah dalam dimensi waktu, khususnya yang berkaitan dengan perkembangan semangat dan jiwa keprajuritan Bangsa Indonesia, dapat kita ambil sebagai pembelajaran khususnya bagi TNI guna menumbuhkan dan memupuk semangat keprajuritan pada masa kini dan masa depan dalam upaya untuk meningkatkan semangat juang dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara Republik Indonesia.

Brigadir Jenderal TNI Marsono